Tuesday, November 02, 2004

bulan puasa saat tepat berhenti merokok

muslim yang biasa merokok siang-siang, bulan puasa ini kebanyakan berhenti dari aktifitasnya. gimana kalau diterusin sampe selesai bulan pusa, juga bisa tahan gak merokok, minimal siang-siang :-).

tentang cacar

Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma

Hampir setiap orang pernah mengalami cacar air. Penyakit ini memang tidak pandang bulu, sebab dapat menyerang semua ras, segala umur, laki-laki atau perempuan, baik di daerah perkotaan maupun di pedesaan. Orang kulit putih, hitam dan coklat dapat terkena. Anak-anak, remaja, orang dewasa, semuanya dapat terkena cacar air. Namun, pada umumnya penyakit ini lebih banyak menyerang anak-anak usia 2-8 tahun. Cacar air bawaan (kongenital) dapat terjadi pada bayi dalam kandungan ibu yang terserang cacar air. Infeksi cacar air pada bayi yang baru lahir dari seorang ibu yang sehat, jarang terjadi.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes varicella-zoster dan merupakan penyakit menular. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan kontak tidak langsung. Kontak langsung dapat terjadi melalui cairan pernafasan dan kontak langsung dengan kulit penderita. Ruam pada kulit yang mulai merekah dan pecah sangat menular. Kontak tidak langsung terjadi melalui udara. Menghirup udara yang mengandung kuman virus herpes varicella-zoster dapat menyebabkan seseorang terserang cacar air.

Cacar air dapat membahayakan dan menimbulkan kematian pada penderita kanker dan orang yang mengalami defisiensi sistem imun (penurunan fungsi sistem imunitas/kekebalan tubuh). Turunnya fungsi sistem imunitas tubuh tersebut menyebabkan tubuh tidak mempunyai kekebalan dan sistem ketahanan untuk melawan serangan virus penyebab cacar, sehingga kondisi penderita melemah yang pada akhirnya dapat mengakibatkan sesuatu yang fatal. Pada anak yang diberi beberapa jenis obat yang berefek pada menurunnya sistem imunitas tubuh, cacar dapat menyebabkan kematian, sebab tubuh tidak mempunyai sistem pertahanan untuk menghancurkan virus penyebab cacar. Penyakit ini juga membahayakan seorang ibu dan bayi yang dikandungnya.

Gejala-gejala cacar air adalah:

* Munculnya ruam-ruam di kulit
Cacar air ditandai dengan bintik-bintik merah berupa gelembung berisi gelembung cairan bening yang muncul setelah 24 jam terinfeksi virus herpes varicella-zoster. Bintik-bintik merah yang muncul di kulit penderita disebut dengan ruam. Ruam tersebut biasanya menimbulkan rasa gatal. Bekas ruam yang ditimbulkan itu pada umumnya akan hilang, tetapi ruam yang terkena infeksi dan merusak lapisan kulit biasanya membekas di kulit. Ruam yang terinfeksi akan bernanah. Lalu akan timbul lepuh kemerahan di punggung dan kepala, yang mudah pecah. Pecahnya ruam, menyebabkan cairan keluar dan terbentuklah keropeng. Ruam menyebar ke muka dan jarang ke tungkai dan lengan. Lepuh akan berlanjut 3-4 hari.
Kadang-kadang dijumpai ulkus (luka) pada membran mukosa mulut, alat genital dan mata. Gatalnya ruam menyebabkan penderita menggaruknya yang menyebabkan infeksi, keropeng dan menimbulkan infeksi baru.
* Demam, kepala terasa agak sakit dan tidak enak badan
* Suhu badan meningkat
* Nafsu makan menghilang
* Dalam kondisi parah, ruam-ruam dapat muncul di wajah dan anggota gerak, tangan, lengan, kaki dan lain-lain.

Tips untuk mencegah cacar air, antara lain:

* Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan.
Pakaian dan lingkungan kotor merupakan sumber dari penyakit. Badan yang kotor akan mudah terinfeksi oleh kuman penyakit.
* Mengkonsumsi makanan bergizi
Makanan bergizi membuat tubuh sehat dan berstamina kuat sehingga dapat menangkal serangan infeksi kuman penyakit
* Menghindari sumber penularan penyakit cacar air
* Imunisasi vaksin cacar air

Perawatan terhadap penderita cacar air:

* Mengganti baju penderita setiap hari
* Menaburkan bedak antigatal pada bagian tubuh yang terkena cacar air untuk mengurangi rasa gatal dan agar ruam menjadi lebih cepat kering.
* Memisahkan penderita dengan orang yang sehat agar cacar air tidak menular pada yang lain.
* Mandi dengan menggunakan air hangat yang telah dicampur dengan obat antigatal setiap hari.
* Memotong kuku agar tidak menggaruk ruam-ruam pada kulit, sehingga tidak timbul infeksi baru.
* Memberikan kondisi nyaman pada penderita agar dapat beristirahat dengan nyaman dan mempercepat proses kesembuhan

Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat obat dapat diramu menjadi obat tradisional yang dapat mengatasi cacar air. Berikut ini adalah ramuan obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengatasi cacar air:

Pemakaian dalam :
Resep 1 :
30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe, dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Resep 2 :
2 buah mengkudu matang dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pemakaian luar :
Resep 1 :
Kunyit + daging buah asam (asam kawak) masing-masing secukupnya ditumbuk halus, tambahkan minyak kelapa secukupnya, dipanaskan sebentar, setelah dingin dioleskan pada bagian kulit yang terkena cacar air.

Resep 2 :
Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.

Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca.
Sumber: hembing

Sunday, October 24, 2004

jadi teladan, itu yang diperlukan...

doktor dayat (Dr. Hidayat Nur Wahid) mebuat saya kagum dan salut pada beliau. beda bener dengan tokoh parlemen yang lain. pada ngikutin sepak terjangnya gak?

beliau itu setelah terpilih jadi ketua mpr, lalu memberikan teladan gerakan hidup bersahaja. apa aja itu? beliau menolah fasilitas hotel mewah hanya untuk rapat yang dilakukan di jakarta dan menolak fasilitas mobil volvo (yang kalo menurut saya itu adalah fasilitas mewah).

kenapa begitu? kenapa gak hal-hal besar seperti mengubah struktur anggaran --seperti yang pak agung laksono bilang-- biar lebih 'berasa' penghematannya? keliatannya hal yang paling mudah dilakukan adalah memberikan contoh hidup bersahaja dulu. baru bicara masalah penyusunan anggaran. kalo bisaca masalah anggaran, dari pemerintahan yang dulu-dulu juga anggarannya di kutak-katik sedemikian rupa tapi gak ada perubahan berarti yang dirasakan/diliat rakyat. nah yang ini keliatannya lebih konkrit, dibanding rencana penyusunan naggaran yang lebih abstrak.

mungkin dalam penyusunan anggaran, orang-orang bersahaja macam doktor dayat itu diajak serta biar arah pengucuran anggaran itu bener-bener untuk rakyat.

55 hari lagi

wen, 55 hari lagi wen... :)
sabar ya :-)

cacar

banyak orang kena cacar waktu kecil. saya kena waktu umur 30 tahun. apa bedanya? mungkin kalo dikasih waktu umur 30 tahun, gak terlalu ngeropotin orang. bisa nahan sakit dan gak terlalu banyak mengeluh. kalo waktu kanak-kanak, mungkin gak akan ngerti bahwa orang lain akan sebel dengan keluhan-keluhan si sakit.

kena cacar itu memang musti melatih kesabaran. soalnya, kebutuhan dasar yang diperlukan waktu sakit pun sulit di dapat dengan mudah. misalnya tidur. kalo lagi sakit cacar, tidur gak bisa nyenyak. terlentang salah, telungkup salah. miring kira sakit, miring kanan pegel. he he he, ngeluh ya...

yah, dikiit sih. soalnya, tidur itu, yang diharapkan bakal ngurangin sakit dan bosan, gak bisa dinikmatin bener-bener. jadi, apa lagi dong yang bisa menghibur.

nonton tivi? yang isinya gosip melulu? sampe hafal nama-nama artis yang lagi bermasalah :-). untung masih bisa istighfar.

pokoknya sakit cacar, ampuun...


Friday, September 03, 2004

sakit gigi

lagi sakit gegee neeeeh.
geraham nyut-nyutan. hwadaah...
hrrr...

ngngngh...
pusing, gak bisa mikir!

Friday, August 06, 2004

jalanan = tempat sampah?

kemarin pagi saya lihat seorang pengendara mobil membuang kotak sebuah minuman dari jendela mobil sedannya yang langsung menutup lagi. mobil itu berada di depan sebelah kiri motor saya, yang artinya kotak minuman itu dibuang di depan motor saya.

saya sempat kheki, bukan karena dibuang di depan saya aja, tapi karena dibuang di jalan raya. waktu saya lihat ke jok depan mobil tersebut, gak tahunya yang nyupir cewek. keliatannya dia berpendidikan cukup bagus, tapi koq buang sampahnya sembarangan.

kejadian kayak begini ini sering banget saya temui. gak cuma mobil, kendaraan lain juga begitu. gak cuma yang perempuan, laki-laki juga begitu. semuanya seolah-olah berpikir, jalanan itu seperti 'tempat sampah raksasa'.

apa susahnya tunda dulu membuang sampahnya, sampai ketemu tempat sampah, baru dibuang.

terus apa yang saya lakukan waktu itu, saya buka kaca helm, saya liat si supir sambil bilang, "mbak, buang sampahnya lain kali jangan di jalan, ya...". dia cuma nengok ke saya sebentar, terus pandangannya balik lagi ke depan. gak tahu dia denger atau gak, soalnya dia ada di balik kaca jendela mobil.

yang saya pikir waktu itu adalah, kita harus mengingatkan orang lain bahwa yang dia lakukan itu kurang baik. supaya dia tahu bahwa membuang sampah di sembarang tempat akan berakibat buruk buat lingkungan.

Thursday, August 05, 2004

AFI vs IPA

"AFI vs IPA" (keterpurukan penghargaan dunia pendidikan Indonesia).
"Sumber Media Indonesia Online (22 Juli 2004)".
dikutip dari milis IASI.

PEMENANG konser Akademi Fantasi Indosiar (AFI) boleh tersenyum lega, sebab setelah konser usai, mereka segera mendapat tawaran rekaman atau nyanyi dan dapat uang dari berbagai sumber. Tidak demikian halnya dengan pemenang Olimpiade Biologi Internasional. Usai mendapat 'penghargaan' dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebesar Rp 5 juta per orang, mereka tambah miris dengan masa depan mereka sendiri. Sebab, bukan tawaran main sinetron, hiburan ataupun tawaran model iklan dari berbagai produk yang berarti bakal dapat duit.

Sang juara Olimpiade itu harus berpikir keras bagaimana mencari duit untuk kelangsungan sekolah mereka. Seperti yang dialami Mulyono, pemenang medali perunggu Olimpiade biologi dari SMAN di daerah Pare, Kediri, Jawa Timur (Jatim). Mulyono mengaku dirinya telah diterima masuk di Institut Teknologi Bandung(ITB) jurusan mikrobiologi melalui ujian saringan masuk yang diterapkan oleh ITB sebelum SPMB berjalan. Untuk meringankan siswa yang orang tuanya petani itu, Mulyono mendapat dispensasi tidak harus membayar uang masuk yang besarnya sekitar Rp 45 juta, tetapi untuk biaya kuliah serta biaya hidup selama di Bandung masih tetap menjadi pikirannya. "Ya, itulah yang mengganggu pikiran saya, dari mana saya harus mendapatkan uang" katanya lirih. Peraih medali perak dalam lomba sains nasional yang diselenggarakan di Balikpapan belum lama ini, sedang berusaha mencari sponsor agar dirinya bisa memperoleh dana bagi kelangsungan sekolahnya kelak. Mulyono sempat bingung menghadapi uang kuliah yang besarnya Rp 1,7 juta per semester, belum lagi biaya hidup di Bandung yang berdasarkan pemantauannya lebih dari Rp 400.000 sebulan. "Tanpa adanya
beasiswa atau sponsor, mustahil saya bisa kuliah di sana," kata Mulyono.

Kondisi serupa juga dialami Ni Komang Darmiani yang bersama-sama dengan Mulyono pergi ke Brisbane, Australia untuk membawa nama bangsa dalam Olimpiade Biologi tersebut, masih bingung terhadap masa depannya. Darmi mengaku telah diterima di Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana melalui jalur Penelusuran Minat dan Bakat (PMDK). Namun, sebelum berangkat ke Brisbane untuk membuktikan bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa terbelakang dengan cara ikut olimpiade sains, Darmi sempat bingung karena ia diwajibkan membayar uang pangkal dari Universitas Udayana sebesar Rp 11 juta.
Ketika pulang dari Australia dan Dirjen Dikdasmen memberikan uang 'penghargaan' sebesar Rp5 juta dirinya sempat bergumam, "Wah, masih kurang Rp 6 juta lagi." Terbayang di hadapannya, orang tuanya yang guru SMA, harus berusaha keras menyediakan kekurangan biaya tersebut, belum lagi biaya semester yang harus dibayarnya serta biaya hidup di Denpasar kelak bila ia belajar di Universitas Udayana. Letak Denpasar sangat jauh dari kediaman orang tuanya di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Singaraja. Artinya, selama menuntut ilmu mau tidak mau ia harus indekos
karena tidak ada famili di sana.

Anugerah AFI yang hanya diselenggarakan di Indonesia begitu besar, tetapi mengapa anugerah Peraih Medali Perunggu olimpiade sains Cuma sebesar itu. Kapan masyarakat bumi tercinta ini mulai menghargai anak bangsanya yang telah membawa harum di dunia internasional. Jadi, kapan bangsa ini mulai menghargai orang cerdas dan pintar?

---

Pernah dengar nama Yudistira Virgus? Atau, Edbert Jarvis Sie? Atau, Ardiansyah? Andika Putra? Atau, Ali Sucipto? Kalau Anda menganggap nama-nama itu terasa asing di telinga, jangan berkecil hati. Maklumlah, mereka memang tidak cukup diekspos media massa. Jangankan tampang, nama mereka saja tidak hadir di halaman satu surat kabar, dihalaman depan tabloid dan majalah, apalagi di prime time siaran televisi dan radio kita.

Dibandingkan Veri, Kia, dan Mawar (tiga finalis AFI), misalnya, pemberitaan soal Yudistira dan kawan-kawan bisa dibilang 'cuma seujung kuku'. Padahal, prestasi mereka sangat membanggakan. Mereka berlima semua siswa SMA membawa Indonesia menempati peringkat lima besar dalam Olimpiade Fisika Internasional di Pohang, Korea Selatan, yang baru berakhir Kamis lalu. Dalam ajang prestisius yang diikuti 73 negara ini, Indonesia hanya berada di bawah Belarusia, Cina, Iran, dan Kanada. Negara-negara besar seperti AS, Jepang, atau Jerman dilibas. Yudistira merebut medali emas untuk kategori total ujian teori dan praktik (eksperimen), sementara keempat teman lainnya
merebut medali perak dan perunggu.

Tapi, begitulah Indonesia. Pencapaian dalam kemampuan menguasai atau mengembangkan ilmu pengetahuan tidak memperoleh perhatian besar. Remaja Indonesia, sejak kecil, diajarkan untuk justru mengagumi hal-hal tidak mendasar. Lihat saja bagaimana saat ini ribuan remaja Indonesia
berduyun-duyun mengikuti berbagai ajang kompetisi adu tarik suara atau bahkan adu kecantikan. Impian 'menjadi bintang' terus dipompakan ke benak bangsa ini.

Program seperti AFI dan semacamnya tidaklah buruk. Tapi, skalanya sudah menjadi begitu besar dan sama sekali tidak proporsional sehingga bisa menyesatkan rentang pilihan yang terbayang di benak bangsa ini. Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang. Salah satu syarat utama untuk
mengatasi ketertinggalan ini adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, negara ini membutuhkan penghibur (entertainer) dalam jumlah 'secukupnya' saja.

Kita tentu perlu mensyukuri lahir dan tumbuhnya sebuah generasi muda yang cantik, gagah, pintar menari dan bernyanyi, atau berakting; namun kita memerlukan lebih banyak lagi orang pintar. Kepintaran rupanya memang tak dianggap punya daya tarik tinggi. Akibatnya, media massa tidak memberi tempat cukup bagi prestasi yang terkait dengan 'keunggulan otak'. Tanpa disengaja, media tidak mengondisikan masyarakat untuk menghargai 'kepintaran'. Bahkan, di siaran televisi, lazim kita melihat bagaimana kaum ilmuwan ditampilkan secara karikatural: sebagai profesor pikun beruban dan berkacamata tebal yang tidak punya kehidupan sosial. Pasokan sumber daya manusia unggul di negara ini dipinggirkan.

Tentu saja bukan cuma media massa yang berkonstribusi. Kita misalnya juga tidak melihat upaya serius pemerintah untuk memelihara dan mengembangkan kualitas brainware ini.

Yudistira dan kawan-kawan pun bisa saja akhirnya tidak akan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa ini karena mereka keburu digaet pihak asing. Yudistira misalnya dikabarkan sudah memperoleh beasiswa dari sebuah universitas teknologi di AS. Dikabarkan pula dua anggota tim Olimpiade
Fisika sudah diterima Nanyang University of Singapura (NUS). Maklumlah, perguruan tinggi asing ini aktif mendekati para calon ilmuwan terbaik yang mereka dapati di ajang internasional, sembari mengiming-imingi beasiswa, jaminan hidup, dan bahkan jaminan kerja. Sementara Indonesia, hanya
mengamati mereka dari jauh.

Tidak pernah dengar nama Yudistira Virgus?

Tidak apa-apa, kok. Ia cuma pemenang medali emas di Olimpiade Internasional!

Monday, July 26, 2004

export data ke text

untuk kebutuhan mengekspor data dari tabel ke text, bisa digunakan fungsi ini. saya udah pernah coba dan berhasil bagus. tapi belum pernah coba > 2meg.


function dump($filename) {
header("Content-type: text/plain");
header("Content-Disposition: attachment; filename=$filename" );
header("Expires: 0");
header("Cache-Control: must-revalidate, post-check=0,pre-check=0");
header("Pragma: public");
}

dump("contoh.txt");

$sql = "SELECT * FROM tb_sesuatu";
$result = mysql_query($sql);

semoga berguna.

Thursday, July 08, 2004

suse-ku bisu

sejak instal suse 9 bbrp minggu yang lalu, pc saya jadi bisu.
gak bisa denger lagu-lagu.
kenapa ya?
diliat lewat yast, settingnnya sih udah bener. tapi tetep gak keluar suara juga.
bingung.